PETERNAKAN DALAM ERA 5.0
Peternak adalah seseorang yang melakukan kegiatan membudidayakan atau mengembangbiakkan hewan ternak, kemudian apa itu hewan ternak? hewan ternak adalah hewan yang dibudidayakan untuk diambil hasilnya karena hasilnya masih berhubungan kuat dengan kehidupan manusia.
Dari penjabaran diatas, Peternakan merupakan kegiatan mengembangbiakkan atau membudidayakan hewan ternak untuk diambil hasilnya atau manfaatnya. Kemudian apa yang di maksud dari Peternakan era 5.0?
Dari 275 juta jiwa penduduk Indonesia saat ini, tentunya peternakan sangat dibutuhkan untuk konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Namun saat ini, minat generasi muda di bidang peternakan menurun dikarenakan banyak faktor misalnya faktor gengsi karena peternakan adalah pekerjaan yang tidak menjanjikan. Namun dengan adanya era society 5.0 semua menjadi terhubung. Para peternak dapat melakukan impor hasil ternaknya ke Belanda dan lintas benua lainnya. Tidak dapat dihindari, tetap ada persoalan yang terjadi ketika tidak mampu beradaptasi (banyak promosi bermunculan, persaingan harga, hingga kompetensi menjadi tolak ukur).
Dalam era society 5.0 tentunya tidak lepas dari kemajuan teknologi, beternak saat ini memerlukan bantuan teknologi yang canggih, Metodenya beragam, mulai dengan mendengarkan musik supaya ternak produktif hingga saat pemasaran memakai akun media sosial supaya dapat dikenal banyak orang. Peternak perlu beradaptasi dengan hal ini. Pemerintah mestinya memperhatikan hal seperi ini, dengan langkah-langkah seperti penanaman modal untuk peternak Indonesia agar dapat bersaing kelas internasional dengan kompenten, juga langkah lain adalah pembekalan kepada generasi penerus tentang bagaimana menggunakan teknologi dengan baik atau gambaran tentang peternakan di masa depan.
Bentuk unik dari pergerakan peternakan perlu dikembangan. Itu menjadi upaya adaptasi dan memperkaya perhatian pada isu strategis peternakan. Ketika peternakan memiliki kepekaan terhadap setiap potensinya, tentu menjadi mudah untuk beradaptasi. Adaptasi juga menyentuh persoalan struktural, dimana peternak memiliki identitas yang merdeka dalam mengembangkan pekerjaannya. Dukungan dalam komunitas menjadi penting. Sehingga dalam peternakan yang adaptif dan strategis bentuknya dapat diinovasikan berdasarkan kepentingan komunitas. Ada komunitas peternak. Komunitas itu berbasis teknologi yang memberikan ruang bagi peternak untuk memperjuangkan keberadaannya di era society 5.0. Kemudian, bentuk dalam peternakan dapat terus menyesuaikan berbagai perkembangan dinamika bisnis peternakan. Komunitas menjadi dasar penting. Komunitas akan memberdayakan peternak sebagai subyek, ketika ada pendampingan yang berkelanjutan. Dalam bentuk pendampingan, ada upaya untuk menjalin kerja sama dengan pihak lain. Misalnya, peternakan sapi di Sidomulyo, mereka membentuk jalinan kerja sama dengan pengrajin tempe.
Sumber & Referensi : Kompasiana.com dengan judul "Peternakan Menuju Ketahanan Pangdan Adaptif dan Strategis di Era Society 5.0",

Komentar
Posting Komentar